Agenda Haul Pekalongan dan Haul Tegal

Ponpes.net – Bagi Anda yang ingin mengisi akhir bulan bersama para ulama dan habaib, silakan datang ke acara Haul yang akan dilaksanakan di Pekalongan dan Tegal. Catat tanggalnya!

A. HAUL SAPURO PEKALONGAN

Haul ke-92 Almarhum Almaghfurlah Al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Al-Atthas insya Allah akan diselenggarakan, dengan rincian sebagai berikut.

1. Rauhah
Hari, Tanggal : Ahad/Minggu, 29 April 2018
Waktu : Pukul 16.30 WIB s.d selesai
Tempat : Masjid Roudloh Jl. H.A Salim Pekalongan
Insya Allah dihadiri para Ulama dan Habaib dari dalam dan luar negeri
Khodimul Haul : Al-Habib Abdullah Baqir bin Ahmad bin Thalib Al Atthas

2. Pengajian Akbar dan Haul Al-Habib Achmad bin Abdullah bin Tholib Al-Atthas ke-92
Hari, Tanggal : Senin, 30 April 2018
Waktu : Pukul 08.00 WIB s.d selesai
Tempat : Di Maqbarah Sapuro, Kelurahan Sapuro, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan
Pembicara : Para Ulama dan Habaib dari dalam dan luar negeri
Khodimul Haul: Al-Habib Abdullah Baqir bin Ahmad bin Thalib Al-Atthas

3. Salat Dzuhur Berjamaah dan Membaca Maulid Nabi Muhammad Saw
Hari, Tanggal : Senin, 30 April 2018
Waktu : Pukul 12.00 WIB s.d selesai
Tempat : Masjid Roudloh Jl. H.A Salim, Kota Pekalongan
Khodimul Haul: Al-Habib Abdullah Baqir bin Ahmad bin Thalib Al-Atthas

4. Salat Maghrib Berjamaah, Membaca Yasin dan Doa Malam Nisfu Sya’ban
Hari, Tanggal : Senin malam Selasa, 30 April 2018
Waktu : Ba’da Maghrib s.d selesai
Tempat : Masjid Wakaf, Kampung Arab, Jl. Surabaya, Pekalongan

B. HAUL HADDAD TEGAL

Haul ke-125 Almarhum Almaghfurlah Al-Habib Muhammad bin Thohir Al-Haddad Insya Allah akan diselenggarakan dengan rincian sebagai berikut.

Rauhah,Membaca Yasin dan Doa Malam Nisfu Sya’ban
Hari, Tanggal: Senin malam Selasa, 30 April 2018
Waktu: Ba’da Maghrib s.d selesai
Tempat: Jl. Letjend Soeprapto, Kompleks Pasar Sore, Kota Tegal
Insya Allah dihadiri para Ulama dan Habaib dari dalam dan luar negeri
Khodimul Haul: Al-Habib Abdullah bin Hasan Al-Haddad

Selamat menghadiri acaranya ya 🙂

Telaga “Kautsar”-nya Rasulullah

Ponpes.net – Sejatinya Muhammad putra Abdullah saw. adalah adalah orang terkaya dunia dan akhirat. Jika beliau menghendaki gunung Uhud menjadi emas untuk menopang dakwah, maka terjadilah.

Namun, beliau nyatanya lebih memilih prosesi yang bertahap dalam dakwahnya, agar semuanya bisa diteladani oleh segala lapisan umatnya. Hampir seluruh ilmu bermuara kepadanya, baik tauhid, fikih, hadis, quran, science dan sebagainya.

Para ulama dan ilmuan banyak memperoleh manfaat dan keuntungan dari beliau. Dan beliau merupakan objek kajian penelitian yang mutakhir sepanjang masa.

Adapun gambaran Tentang Telaga Kautsarnya Rasulullah saw. adalah sebagai berikut.

عرضها مسيرة شهر

Luasnya bak perjalanan sebulan

بمركب مسرع

Dengan kapal super cepat

وريحها اطيب من المسك

Wanginya melebihi misik

وابيض من اللبن

Lebih putih dari air susu

واحلى من العسل

Lebih manis dari madu

وابرد من الثلج

Lebih sejuk dari salju

واول من ياءتي اليها فقراء المهاجرين

Adapun orang yang pertama datang untuk meminumnya, adalah sahabat-sahabat faqir yang ikut berhijrah ke Madinah

ثم الصالحون

Kemudian orang-orang yag salih

ومن شرب شربة منها لن يظماء ابدا

Dan barang siapa yg minum satu teguk darinya, maka ia tidak akan kehausan selama-lamanya

اللهم اجعلنا من الحوض واردين

Ya Allah, jadikanlah kami golongan orang yang mendatangi telaga kautsar-nya Rasulullah

Semoga kita mendapatkan syafaat dari beliau dan dapat menikmati telaga kautsar Nabi Agung Muhammad saw. Aamiin.

Dikutip dari Kitab Khosoish Ummah Muhammadiyyah, Karya Sayyid Muhammad al Maliky. Diterjemahkan oleh Agus Syukur, Pengajar Pesantren Jagat Arsy.

Syi’ir Ngaku Lepat

Astagfirullah robbal baroya
Astagfirulloh minal khotoya
Robbi zidni `ilmannaafii’a
Wawaffiqni `amalan sholiha

Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan
wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii
fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi

Ya Allah Gusti kulo nyuwun pangapuro
Sekatahe dosa kulo lan tiyang sepuh kulo
Ya Allah Gusti kulo nyuwun pangapuro
Sekatahe dosa kulo lan sedulur kulo

Mugi Allah paring rahmat dateng kito
Paring hidayah lan pitulungan dateng kito
Mugi Allah paring rahmat dateng kito
Paring taubat marang kito poro manungso

Salam kito marang Kanjeng Nabi Muhammad
kulo ngarep syafa’ate panjenengan
lamun kulo umat ingkang katah salah
kulo ngarep diwelasi panjenengan

Menawi ugo kulo ngaku tiyang alit
Pramila Gusti Allah welas dateng kulo
Menawi ugo keluargo lan sedulur
Saged kumpul ting barisan umat kang selamat

Salam kulo kagem para kekasih Allah
Salam kulo kagem Kanjeng Nabi Muhammad
Salam kulo kagem para utusan Allah
Mugi Ya Allah Ridho marang taubat lan amal kito

Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan
wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii
fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi

Astagfirullah robbal baroya
Astagfirulloh minal khotoya
Robbi zidni `ilmannaafii’a
Wawaffiqni `amalan sholiha

(18 April 2018)

Penyair bernama Muhammad Lutfi, lahir di Pati, 15 Oktober 1997. FB: Muhammad Lutfi.

Sinta Nuriyah Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh Versi Majalah Time

Ponpes.net – Istri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah, masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Time. Sinta dianggap sebagai bagian dari suara perempuan Muslim feminis yang peduli pada kelompok minoritas.

Dalam situs Time, Mona Eltahawy menulis Sinta Nuriyah mengibaratkan keanekaragaman agama di Indonesia seperti sebuah taman bunga. “Ada mawar, melati, anggrek, dan asoka. Semua bunga itu indah. Tidak ada yang bisa memaksa mawar menjadi melati atau anggrek menjadi asoka,” tulis Mona Eltahawy.

Majalah Time merilis daftar tahunan 100 orang paling berpengaruh di dunia, pada Kamis (19/4). Dalam daftar tersebut Sinta masuk dalam kategori “Ikon” berdampingan dengan penyanyi Rihanna dan penggagas gerakan #metoo Tarana Burke.

Selain itu, ada juga para pemimpin dunia yakni Presiden AS Donald Trump, Pangeran Harry, Pangeran Mohammed bin Salman, dan wali kota London Sadiq Khan, Presiden China Xi Jinping, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa, dan PM Selandia Baru Jacinda Ardern.

Berikut kiprah Nyai berusia 70 tahun pada 8 Maret lalu itu.

1. Sinta Nuriyah mewakili Islam Nusantara yang beragam

Alasan memilih Sinta Nuriyah sebagai salah satu orang berpengaruh di dunia adalah karena latar belakangnya dan apa yang ia perjuangkan. Di tengah meningkatnya tekanan untuk menyeimbangkan demokrasi dan Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia, ia dinilai mampu menjadi penengah yang baik.

“Ada mawar, melati, anggrek dan Sita-Ashok. Semua bunga itu cantik. Tak ada yang bisa memaksa mawar menjadi melati atau anggrek menjadi Sita-Ashok,” ucapnya, menggambarkan keberagaman agama di Indonesia yang semestinya membuat bangsa ini seperti sebuah taman yang indah.

2. Ia peduli kepada kelompok yang rentan diskriminasi

Latar belakang pendidikan Sinta Nuriyah tak sembarangan. Ia belajar tentang hukum syariah dan feminisme. Itu membuatnya memahami bagaimana kawasan yang terpolitisisasi secara khusus kejam terhadap perempuan dan minoritas.

Selain menjadi tempat berkonsultasi bagi banyak perempuan transgender yang tersisihkan, Sinta Nuriyah juga mendukung Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama ketika ia terjerat pasal penodaan agama. Ini membuktikan Sinta tidak ingin hidup dalam kenyamanan yang umumnya diperoleh seorang mantan Ibu Negara.

3. Ia pernah disebut sebagai salah satu Perempuan Paling Berpengaruh versi New York Times

Pada 2017 lalu, New York Times merilis daftar 11 Perempuan Paling Berpengaruh di dunia. Salah satu di antaranya adalah Sinta Nuriyah. Menurut New York Times, perempuan berusia 70 tahun tersebut konsisten memperjuangkan Islam yang toleran.

“Semua orang berhak untuk menyembah Tuhan, tak hanya segelintir orang. Itu adalah ajaran Islam,” kata Sinta Nuriyah ketika menanggapi sekelompok transgender yang berniat membuka kembali pesantren setelah ditutup oleh salah satu organisasi Islam garis keras.

Sinta Nuriyah juga berani bersikap kontras dengan pandangan umum Islam terkait poligami. Sebagai seorang feminis, ia menegaskan menolak praktik poligami. Dalam salah satu wawancara, ia berkata,”Siapa yang bisa adil pada banyak istri? Tidak ada!”

Warganet Indonesia sendiri ikut senang dengan pengakuan terhadap Sinta Nuriyah. Salah satunya adalah kelompok musik Sisters In Danger yang menyuarakan isu-isu sosial terkait perempuan dan anak-anak di Indonesia. Mereka menulis,”Ini luar biasa di saat perempuan dan minoritas di Indonesia menghadapi waktu yang kejam.”

Fadhilatul Habib Ali Al Jufri

1. Shalawat dan salam kepada Nabi saw perantara terbesar kita. Dan tercurah kepada keluarga dan sahabat dan pengikutnya.

2. Di antara hal yg menggembirakan hati kita dan hati Rasulullah saw adalah perhatian yang besar kepada ajaran Rasul dari para ahli ilmu, dai dan para pemegang amanat rakyat.

2. Kita ada di zaman fitnah, kekacauan dan gangguan. Segala keamanan hanya untuk orang2 yang fokus mendekat kepada Allah taala.

3. Bahaya segala bahaya bagi yang mengurusi dunia.

4. Nabi saw bersabda dalam sohih bukhori: aku tidak kuatir kamu menjadi musyrik, yang aku khawatirkan ketika Allah taala bukakan pintu duniawi kepada kamu.

5. Apakah masalah akan terjadi ketika pintu duniawi dibuka kepada kita? Bukan itu. Tapi maksudnya adalah kita menjadi mandiri.

Apa makna kekhawatiran Rasulullah saw ?

Dibukakan dunia kepada kamu seperti umat sebelum kalian. Maksudnya perangai kalian moral kalian seperti umat sebelum kamu.

Mereka berlomba2 untuk mencapai dunia. Sehingga hancur.

Rasulullah saw memperingatkan kita di Arab/Timur Tengah tidak peka.

Misinya setan adalah untuk menimbulkan keributan di antara kita.

Tahris adalah upaya provokasi/adu domba antar kelompok.

Provokasi akan berhasil karena dua hal :
1. Nafsu2 yang siap menerima provokasi.
2. Sebuah kejadian/isu untuk digoreng.

Nafsu itu berubah2. Dari ammaroh bissu, lawwamah, mutmainnah, dan mardiyah.

Bahkan nafsu yang paling buruk juga berubah.

Provokasi mencari target ketika nafsu saat sedih, marah, dll.

Rasulullah saw mengajarkan agar tidak marah / membina nafsu, jangan bersedih, dan banyak lagi bimbingan lain sebagaimana doa robbana atina fiddunya hasanah, dst.

Pendakwah ke jalan Allah saat ini bertugas untuk menenangkan nafsu2 ini agar sejalan dengan ajarn Rasulullah saw.

Peran pendakwah bukan memprovokasi kecuali pada jihad yang betul, dan syarat2 yang dibenarkan syariat. Bukan kalimat Jihad yang dicuri dan disalahgunakan untuk kepentingan yang keliru, menipu atas nama jihad Islam.

Contoh: warna sorban ini adalah sorban merah terserah saya. Kamu mau apa?

Seperti seseorang yang mengklaim ingin mendirikan Khilafah Islamiyah tapi menzolimi dan membantai sesama muslim.

Ini adalah pencurian dan penipuan atas nama Jihad.

Dai harus menenangkan nafsu dan bukan malah menjadi budak nafsu.

Provokasi adalah misi setan.

Setiap orang yang fondasinya provokasi berarti mengikuti misi syetan yaitu agar saling bermusuhan.

Perubahan yang terjadi di masa kita saat ini adalah yang dikatakan oleh Bapak Gatot Edi dari Kepolisian adalah seperti yang kami lihat sendiri di Timur Tengah.

Di timur tengah ada dua sampai empat negara luluh lantak.

Karena apa? Di jalan apa? Untuk apa?

Katanya demi khilafah islamiyah. Yang lain katanya demi demokrasi dan kebebasan rakyat.

Mereka hanyut di ombak fitnah. Sehingga negeri2 muslimin di timur tengah luluh lantak dipermainkan oleh negara2 yang lain.

Kalau kamu bertanya kepada mereka yang bom bunuh diri di pasar, adalah tujuannya agar tokoh tertentu dibunuh, tetapi muslimin yang terbunuh.

Darimana mereka dapat senjata? Kami beli. Dari mana kamu beli? Dari beberapa negara.

Kenapa untuk membunuh bangsamu sendiri? Mana klaim khilafah?

Semuanya adalah kebohongan.

Hasil dari klaim khilafah adalah umat islam berbaris mengantri mohon suaka ke negara lain, muncul pemurtadan kepada korban konflik.

Inikah yang anda sebut dengan khilafah Islamiyah.?

Mana klaim khilafah dan demokrasi dan HAM yang dijadikan alat provokasi.

Hati-hatilah. Jaga negeri kalian.

Saya tidak bicara tentang pemerintahan. Tapi jaga negeri kalian.
Jangan terprovokasi dengan orang pakai baju putih yang mengatasnamakan islam, demokrasi, liberalisme dll untuk merusak dan menipu.

Al Imam Mawardi mengatakan dalam kitabnya al Ahkamussulthoniyah, agama, akal, jiwa harus dijaga, kehormatan dan harga harus dijaga. Jika negara hancur, maka semuanya akan hancur.

Peran media sosial seperti apa yang dikatakan menteri agama yang menyitir sebuah hadis

كفى بالمرء كذبا أن يحدث بما سمع

Kita harus bijak menggunakan media sosial.

Di mana kita menyikapi bimbingan Allah taala yaitu ajaran tabayyun (cari kejelasan) dan tatsabbut (teguh pada ajaran agama).

Sesungguhnya media sosial itu tetap tidak bisa diteliti dan dengan bijak jangan terpancing, harua tetap croscheck dan jangan andil dalam kebohongan.

Ada lagi sesuatu yang selalu berubah dalam hukum fikih karena perbedaan zaman. Perlu kajian dan pembaharuan. Kita perlu mendalami lagi hukum fiqih.

Beliau mengingatkan : semua masalah kita, dari nafsu dll akan menjadi ringan dan kecil ketika kita duduk bersama Allah, curhat kepada Allah dengan menghidupkan hati kita dengan cahaya Allah.

Ini penting bagi pendakwah.

Perkuat hubungan kita dengan Nabi Muhammad saw karena kalian mewakili Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Hari Jumat, Ini Beberapa Dalilnya

Ponpes.net – Jumat adalah hari yang agung, dengannya Allah mengagungkan dan menghiasi Islam. Allah memuliakan umat Muhammad saw dengan hari Jumat, yang tidak diberikan kepada umat-umat nabi terdahulu.

Terdapat beberapa dalil yang menunjukan keutamaan hari Jumat. Bahkan ada beberapa ulama yang secara khusus menjadikannya dalam satu bentuk karya, seperti kitab al-Lum’ah Fi Khashaish al-Jumat, karya Syekh Jalaluddin al-Suyuthi.

Berikut ini di antara dalil yang menyebutkan keutamaan hari Jumat.

1. Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah sebuah hadits:

سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fithri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali shilaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”.

2. Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam Manahij al-Imdad menjelaskan tentang mengapa langit, bumi, batu dan benda-benda mati lainnya mengalami kekhawatiran. Padahal benda-benda tersebut merupakan makhluk yang tidak bernyawa. Berikut penjelasannya:

أَيْ يَخْلُقُ اللهُ تَعَالَى لَهَا إِدْرَاكًا لِمَا يَقَعُ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ فَتَخَافُ…الى ان قال….وَالسِّرُّ فِيْ ذَلِكَ أَنَّ السَّاعَةَ كَمَا تَقَدَّمَ تَقُوْمُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بَيْنَ الصُّبْحِ وَطُلُوْعِ الشَّمْسِ فَمَا مِنْ دَابَّةٍ اِلَّا وَهِيَ مُشْفِقَةٌ مِنْ قِيَامِهَا فِيْ صَبَاحِ هَذَا الْيَوْمِ فَإِذَا أَصْبَحْنَ حَمِدْنَ اللهَ تَعَالَى وَسَلَّمْنَ عَلَى بَعْضِهِنَّ وَقُلْنَ يَوْمٌ صَالِحٌ حَيْثُ لَمْ تَقُمْ فِيْهَا السَّاعَةُ

“Maksudnya, Allah menciptakan kepada makhuk-makhluk tidak bernyawa ini pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi pada hari Jumat tersebut. Rahasia dari kekhawatiran mereka adalah bahwa hari kiamat sebagaimana telah dijelaskan terjadi pada hari Jumat di antara waktu Subuh dan terbitnya matahari. Maka tidaklah binatang-binatang kecuali khawatir akan datangnya hari kiamat pada pagi hari Jumat ini. Saat pagi hari tiba, mereka memuji kepada Allah dan memberi ucapan selamat satu sama lain, mereka mengatakan; ini hari baik. Kiamat tidak terjadi pada pagi hari ini”. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286, cetakan Ponpes Jampes Kediri, tt).

3. Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash sebuah hadits:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur”.

4. Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286 cetakan Pondok Pesantrena Jampes Kediri, mengutip keterangan dari Imam al-‘Azizi bahwa hadits tersebut mencapai derajat hadits Hasan.

Ulama berbeda pendapat mengenai maksud terjaganya orang yang wafat di hari Jumat dari fitnah kubur. Menurut Imam al-Manawi orang tersebut tidak ditanya Malaikat di kuburan. Sedangkan menurut pendapat yang dipegang oleh Imam al-Zayadi, bahwa orang yang mati di hari Jumat tetap ditanya malaikat, namun ia diberi kemudahan dalam menjalaninya.

5. Syekh Ihsan bin Dakhlan mengatakan:

قَالَ الْمَنَاوِيُّ بِأَنْ لَا يُسْأَلَ فِيْ قَبْرِهِ اِنْتَهَى وَهَذَا خِلَافُ ظَاهِرِ الْحَدِيْثِ وَالَّذِيْ اِعْتَمَدَهُ الزَّيَادِيُّ أَنَّ السُّؤَالَ فِي الْقَبْرِ عَامٌّ لِكُلِّ مُكَلَّفٍ اِلَّا شَهِيْدَ الْمَعْرِكَةِ وَمَا وَرَدَ فِيْ جَمَاعَةٍ مِنْ أَنَّهُمْ لَا يُسْئَلُوْنَ مَحْمُوْلٌ عَلَى عَدَمِ الْفِتْنَةِ فِيْ الْقَبْرِ أَيْ يُسْئَلُوْنَ وَلَا يُفْتَنُوْنَ

“Maksud dari hadits tersebut, Imam al-Manawai mengatakan dengan sekira ia tidak ditanya malaikat di kuburnya. Pendapat al-Manawi ini menyalahi makna zhahirnya hadits. Pendapat yang dipegang Imam al-Zayadi bahwa pertanyaan malaikat di alam kubur menyeluruh untuk setiap orang mukallaf kecuali syahid yang gugur di medan pertempuran. Keterangan yang menyebutkan bahwa segolongan ulama tidak ditanya malaikat di alam kubur diarahkan pada arti ketiadaan fitnah, maksudnya mereka tetap ditanya malaikat dan tidak mendapatkan fitnah”. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.286, cetakan Ponpes Jampes Kediri, tt).

6. Menjalankan shalat Jumat merupakan hajinya orang-orang yang tidak mampu. Imam al-Qadla’i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ

“Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir”.

Terkait hadits tersebut, Syekh Ihsan bin Dakhlan menjelaskan:

يَعْنِيْ ذَهَابُ الْعَاجِزِيْنَ عَنِ الْحَجِّ اِلَى الْجُمُعَةِ هُوَ لَهُمْ كَالْحَجِّ فِيْ حُصُوْلِ الثَّوَابِ وَاِنْ تَفَاوَتَ وَفِيْهِ الْحَثُّ عَلَى فِعْلِهَا وَالتَّرْغِيْبُ فِيْهِ.

“Maksudnya, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat, seperti berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda tingkat pahalanya. Dalam hadits ini memberi dorongan untuk melakukan Jumat”. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.282, cetakan Ponpes Jampes Kediri, tt).

7. Dalam hadits lain disebutkan:

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

“Barang siapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun. (HR. Al-Tirmidzi dan al-Hakim).

Hadits ini menurut Imam al-Tirmidzi berstatus hadits Hasan dan menurut al-Hakim mencapai derajat hadits Shahih.

8. Dalam hadits Imam Muslim disebutkan:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ

“Barang siapa berwudlu kemudian memperbaiki wudlunya, lantas berangkat Jumat, dekat dengan Imam dan mendengarkan khutbahnya, maka dosanya di antara hari tersebut dan Jumat berikutnya ditambah tiga hari diampuni”. (HR. Muslim).

9. Muslim yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan dinanugi cahaya di antara dua Jumat. Rasulullah saw bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah memberinya sinar cahaya di antara dua Jumat”.

Hadits tersebut diriwayatkan dan dishahihkan oleh imam al-Hakim.

10. Pahala bershawat di hari Jumat.

Nabi menganjurkan agar memperbanyak membaca shalawat pada hari Jumat. Dalam sebuah hadits ditegaskan:

أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَ الْجُمُعَةِ فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

“Pebanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari dan malam Jumat. Barangsiapa membaca shalawat untuku satu kali, maka Allah membalasnya sepuluh kali”.

Hadits tersebut diriwayatkan al-Baihaqi dengan beberapa sanad yang baik (hasan).

Demikianlah penjelasan mengenai keutamaan hari Jumat. Masih banyak lagi dalil-dalil yang menyebutkan keutamaan hari Jumat, jauh lebih banyak dari apa yang telah disebutkan di atas. Semoga bermanfaat. Semoga kita senantiasa mendapat taufiq dari Allah untuk bisa menjalankan amaliyah di hari Jumat dengan konsisten.

Jangan lupa jumatan ya 😉

Sumber: nu.or.id

Profil Pondok Pesantren di Pemalang

Berikut ini adalah profil singkat Pondok Pesantren di Pemalang, daerah Jawa Tengah.

Pondok Pesantren Nurul Jinan
Alamat : Desa Mandiraja
Telepon : 
Kecamatan : Moga
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 71
Santri Perempuan : 98
Tokoh Pendiri : Isa Kaprawi, KH
Pimpinan : Isa Kaprawi, KH

Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin
Alamat : Kepetek Gendawang
Telepon : 
Kecamatan : Moga
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 50
Santri Perempuan : 60
Tokoh Pendiri : Mualif, K
Pimpinan : Nurofik, K

Pondok Pesantren Anwarul Muqoddas
Alamat : RT 05 RW 01 Jawar
Telepon : 08882659690
Kecamatan : Pulosari
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 69
Santri Perempuan : 75
Tokoh Pendiri : M Syamsul Mu’arif K
Pimpinan : M Rosichin, Ust

Pondok Pesantren Assalafiyah
Alamat : Sirameng
Telepon : 0815213716168
Kecamatan : Pulosari
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 35
Santri Perempuan : 45
Tokoh Pendiri : Thobroni, Ust
Pimpinan : Thobroni, Ust

Pondok Pesantren Infarul Ghoyi
Alamat : Karangsari
Telepon : 
Kecamatan : Pulosari
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 15
Santri Perempuan : 20
Tokoh Pendiri : Moh Khasan, K (Alm)
Pimpinan : Solikhin

Pondok Pesantren Al Ghozali
Alamat : Sirongge
Telepon : 
Kecamatan : Watukumpul
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Kombinasi
Santri Laki – Laki : 80
Santri Perempuan : 105
Tokoh Pendiri : Pengurus Yayasan
Pimpinan : Ali Mustofa

Pondok Pesantren Al Muttaqien
Alamat : Kedungampel Purana
Telepon : 02845890432
Kecamatan : Bantar Bolang
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 70
Santri Perempuan : 45
Tokoh Pendiri : Dimyati Rois, KH
Pimpinan : Mukhtarudin KH

Pondok Pesantren Nurul Quran
Alamat : Mejagong RT 03 RW 05
Telepon : 
Kecamatan : Randu Dongkal
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 30
Santri Perempuan : 60
Tokoh Pendiri : Nurul Mahmudah Hj
Pimpinan : Lukman Hakim SPdI

Pondok Pesantren Nuruzzahro
Alamat : Mejagong Timur RT 03 RW 04
Telepon : 
Kecamatan : Randu Dongkal
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 40
Santri Perempuan : 90
Tokoh Pendiri : Dimyati, K
Pimpinan : Dimyathi, K

Pondok Pesantren Taufiqullah
Alamat : Mejagong Rt. 03/02
Telepon : 
Kecamatan : Randu Dongkal
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Kombinasi
Santri Laki – Laki : 68
Santri Perempuan : 88
Tokoh Pendiri : Taufiq Ukasah, KH
Pimpinan : Taufiq Ukasah, KH

Pondok Pesantren Al Manshuriyah
Alamat : Desa Mengori RT 06/02
Telepon : 02845806912
Kecamatan : Pemalang
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 121
Santri Perempuan : 121
Tokoh Pendiri : Djohar Arifin, K
Pimpinan : Djohar Arifin, K

Pondok Pesantren Salafiyah
Alamat : Jl. Kauman, Kebondalem
Telepon : 0284-321555
Kecamatan : Pemalang
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Kombinasi
Santri Laki – Laki : 440
Santri Perempuan : 500
Tokoh Pendiri : Sya’ban Zuhdi, KH
Pimpinan : Rhamdon Syaban Zuhdi, KH

Pondok Pesantren Bahrul Ulum
Alamat : Jl. Dieng No. 30 Pemalang
Telepon : 0284-321173
Kecamatan : Pemalang
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Kombinasi
Santri Laki – Laki : 126
Santri Perempuan : 152
Tokoh Pendiri : Mukhidin, KH
Pimpinan : Deddy Anandiawan, K

Pondok Pesantren Nahdlotusy Syubbaniyah
Alamat : Jl. Kasuari No 45
Telepon : 081542064530
Kecamatan : Pemalang
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 70
Santri Perempuan : 17
Tokoh Pendiri : Sholihin, K
Pimpinan : Sholihin, K

Pondok Pesantren Ribatul Mutaalimin
Alamat : Taman
Telepon : 081803976903
Kecamatan : Taman
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 220
Santri Perempuan : 220
Tokoh Pendiri : Abdul Hamid Mustafa, KH
Pimpinan : Bisri Mustafa

Pondok Pesantren Al Ashri
Alamat : Tegal Mlati Rt. 03/03
Telepon : 08178593284
Kecamatan : Petarukan
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 152
Santri Perempuan : 133
Tokoh Pendiri : Sofie Arifin, H
Pimpinan : Khanani Fadholi, Drs

Pondok Pesantren Al Huda
Alamat : Jl. Raya Widodaren
Telepon : 02845800605
Kecamatan : Petarukan
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 825
Santri Perempuan : 456
Tokoh Pendiri : Solihin, A.Ma
Pimpinan : Solihin, A.Ma

Pondok Pesantren Al Ma’arif
Alamat : Pesucen Rt. 01 Rw. 03
Telepon : 
Kecamatan : Petarukan
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 98
Santri Perempuan : 178
Tokoh Pendiri : Ruf’adin, Ky
Pimpinan : M. Ruf’adin, K

Pondok Pesantren Darul Muallimien
Alamat : Widodaren RT 10 RW 06
Telepon : 08157923413
Kecamatan : Petarukan
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 73
Santri Perempuan : 40
Tokoh Pendiri : Tahrir, K
Pimpinan : Tahrir, K

Pondok Pesantren Darul Mutaallimin
Alamat : Keboijo
Telepon : 02845800759
Kecamatan : Petarukan
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Kombinasi
Santri Laki – Laki : 24
Santri Perempuan : 29
Tokoh Pendiri : Mubarok, KH
Pimpinan : Hasan Nayyi

Pondok Pesantren Nurul Hasan
Alamat : Panjunan
Telepon : 
Kecamatan : Petarukan
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 30
Santri Perempuan : 32
Tokoh Pendiri : ulinuha Ibrahim
Pimpinan : ulinuha Ibrahim

Pondok Pesantren Nurul Yaqin
Alamat : Jl Raden Saleh
Telepon : 081542171248
Kecamatan : Petarukan
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 126
Santri Perempuan : 39
Tokoh Pendiri : misbachudin, K
Pimpinan : misbachudin, K

Pondok Pesantren Subulussalam
Alamat : Widodaren RT 02 RW 01
Telepon : 
Kecamatan : Petarukan
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 93
Santri Perempuan : 75
Tokoh Pendiri : K Jmam Husni
Pimpinan : Jmam Husni

Pondok Pesantren Uswatun Khasanah
Alamat : Kedung Wungu Rt. 05 Rw. 01
Telepon : 08157782807
Kecamatan : Petarukan
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 145
Santri Perempuan : 181
Tokoh Pendiri : Fadholi, K
Pimpinan : Sholeh Ahmad, K

Pondok Pesantren Al Manaar Putra
Alamat : Jl. Raya Ulujami Km. 1 No. 68
Telepon : 0285577365
Kecamatan : Ulujami
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Ashriyah
Santri Laki – Laki : 10
Santri Perempuan : 0
Tokoh Pendiri : Farochan Ar, KH
Pimpinan : Modlofir, Ust

Pondok Pesantren Darussalam
Alamat : Tasikrejo, Ulujami
Telepon : 08156908969
Kecamatan : Ulujami
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 135
Santri Perempuan : 121
Tokoh Pendiri : Mohammad Sanudin Rohmad
Pimpinan : Mohammad Nur Sidiq

Pondok Pesantren MINK
Alamat : RT 11 RW 04
Telepon : 
Kecamatan : Ulujami
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 151
Santri Perempuan : 92
Tokoh Pendiri : Musa, H
Pimpinan : Ahmad Mastur Muhammad

Pondok Pesantren Miftahul Huda
Alamat : RT 04 RW III
Telepon : 081575049418
Kecamatan : Ulujami
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 15
Santri Perempuan : 35
Tokoh Pendiri : Munawar, KH
Pimpinan : Mahmudi

Pondok Pesantren Misshadirul Ulum
Alamat : Rt. 2 Rw. 5 Desa Tasikrejo
Telepon : 082 2428133
Kecamatan : Ulujami
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 345
Santri Perempuan : 298
Tokoh Pendiri : Chadirin Jaelani
Pimpinan : Chadirin Nur Chaeruddin

Pondok Pesantren Nurul Athfal
Alamat : Desa Pesantren Ulujami
Telepon : 08156592315
Kecamatan : Ulujami
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Kombinasi
Santri Laki – Laki : 283
Santri Perempuan : 222
Tokoh Pendiri : Marfu’, KH
Pimpinan : Sulhanuddin Syukri, K

Pondok Pesantren Raudhatul Mubtadiin
Alamat : Jl. Raya Pesantren
Telepon : 08154806/6164
Kecamatan : Ulujami
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 400
Santri Perempuan : 235
Tokoh Pendiri : M. Tajri Assyakur, KH
Pimpinan : Sari Ghozali Tajri, KH

Pondok Pesantren Ribatut Tholibin
Alamat : Kertosari
Telepon : 
Kecamatan : Ulujami
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 65
Santri Perempuan : 30
Tokoh Pendiri : Mahbub, KH
Pimpinan : Abdullah, K

Pondok Pesantren Al Badar
Alamat : RT 05 RW 03 Karangdawa
Telepon : 
Kecamatan : Warung Pring
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 123
Santri Perempuan : 126
Tokoh Pendiri : M Djauhar Maknun, KH
Pimpinan : M Djauhar Maknun, KH

Pondok Pesantren Al Hikmah
Alamat : Dkh Bengkeng Ds Mereng
Telepon : 081327526835
Kecamatan : Warung Pring
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Ashriyah
Santri Laki – Laki : 645
Santri Perempuan : 475
Tokoh Pendiri : Muhammad Idris, KH (alm)
Pimpinan : Mustofa Hadna, Drs. MSi

Pondok Pesantren Fathul Huda
Alamat : Datar Krajan RT 03 RW 01
Telepon : 
Kecamatan : Warung Pring
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 48
Santri Perempuan : 40
Tokoh Pendiri : Ichwan, H
Pimpinan : Fatkhur Rokhman, Ust

Pondok Pesantren Mislahul Muta’allimin
Alamat : Karang Tengan No. 64 RT 04/04
Telepon : 02845823008
Kecamatan : Warungpring
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 530
Santri Perempuan : 155
Tokoh Pendiri : Syahmari, KH
Pimpinan : Abdul Aziz Sy, KH

Pondok Pesantren Nurul Hikmah
Alamat : Warungpring
Telepon : 02845800350
Kecamatan : Warung Pring
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 100
Santri Perempuan : 85
Tokoh Pendiri : Masruri, K
Pimpinan : Masruri, K

Pondok Pesantren Shentana
Alamat : Karangtengah
Telepon : 
Kecamatan : Warung Pring
Kabupaten Pemalang
Propinsi Jawa Tengah
Tipe : Salafiyah
Santri Laki – Laki : 50
Santri Perempuan : 70
Tokoh Pendiri : Masykuri, SPdI, K
Pimpinan : Mustolih SH

Khutbah Tentang Gerhana Bulan

Ponpes.net – Seperti yang telah kita ketahui, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengumumkan akan terjadi gerhana bulan pada tanggal 31 Januari. Gerhana bulan ini termasuk langka karena peristiwa ini terakhir kali terjadi pada 31 Maret 1866 atau 152 tahun yang lalu. Berikut khutbah yang dapat disampaikan ketika Jumat besok (26/1).

Baca juga: Bagaimana Kita Menyambut Gerhana Bulan?

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا اْلإِخْوَان، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعاَلَى فِي اْلقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ: وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ، لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah telah mengeluarkan pengumuman prediksi bahwa pada Rabu, 31 Januari 2018, akan terjadi gerhana bulan total. Besar kemungkinannya gerhana ini akan dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia. Hal yang menarik dari peristiwa ini adalah bahwa pada saat gerhana terjadi posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi, yakni sekitar 360.000 kilometer. Hal ini akan membuat bulan tampak lebih besar dan lebih terang di langit malam. Para pakar astronomi menyebutnya sebagai supermoon.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Di negeri Cina, dahulu orang percaya bahwa gerhana terjadi karena seekor naga langit membanjiri sungai dengan darah lalu menelannya. Itu sebabnya orang Cina menyebut gerhana sebagai “chih” yang artinya “memakan”. Di Jepang, dahulu orang percaya bahwa gerhana terjadi karena ada racun yang disebarkan ke bumi. Untuk menghindari air di bumi terkontaminasi oleh racun tersebut, maka orang-orang menutupi sumur-sumur mereka.

Di Indonesia, khususnya Jawa, dahulu orang-orang menganggap bahwa gerhana bulan terjadi karena Batara Kala alias raksasa jahat, memakan bulan. Mereka kemudian beramai-ramai memukul kentongan pada saat gerhana untuk menakut-nakuti dan mengusir Batara Kala. Bagi orang-orang Quraisy di Arab, gerhana bulan dikaitkan dengan kejadian-kejadian tertentu, seperti adanya kematian atau kelahiran seseorang. Kepercayaan ini dipegang secara turun temurun sehingga menjadi keyakinan umum masyarakat di zaman itu.

Di zaman Rasulullah SAW pun, ketika terjadi gerhana matahari yang bersamaan dengan meninggalnya putra Rasul SAW yang bernama Ibrahim, sebagian orang masih menganggap terjadinya gerhana itu karena kematian putra beliau.

Semua kepercayaan itu tak lain adalah mitos atau takhayul yang karena pengetahuan masyarakat tentang alam, khusunya bumi, matahari dan rembulan belum cukup memadai. Sebagian dari mereka bahkan masih memgang kepercayaan yang disebut animisme dan dinamisme. Lalu bagaimanakah Islam memandang fenomena gerhana ini?

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kepercayaan-kepercayaan seperti itu diluruskan oleh Rasulullah SAW. Dalam Islam, gerhana bulan atau matahari adalah bentuk keagungan Allah sebagai Maha Pencipta sebagaimana sabda Rasullah SAW dalam sebuah hadits diriwayatkan Bukhari:

اِنَّ الشَّمْسَ وَاْلقَمَرَ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka lakukanlah shalat gerhana.” (Shahih Bukhari, 1042).

Dalam hadits tersebut ditegaskan bahwa tidak ada kaitan antara gerhana dengan meninggal atau lahirnya seseorang, baik seseorang itu dari kalangan orang-orang biasa maupun orang-orang terhormat. Tetapi sesungguhnya gerhana adalah tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah sebagai pencipta langit dan bumi serta seluruh alam berserta seluruh isinya. Gerhana tidak hanya merupakan tanda-tanda keberadaan Allah, tetapi juga sekaligus tanda-tanda kekuasaan-Nya. Adanya keteraturan alam raya ini berarti adanya yang mengatur keteraturan itu. Yang Maha Mengatur itulah Tuhan, Allah SWT.

Sungguhpun demikian, meski alam ini memiliki keteraturan, seperti setiap bulan purnama rembulan dapat dilihat secara utuh dengan sinarnya yang indah dan terang benderang dari saat tenggelamnya matahari hingga terbit kembali, selama malam itu di alam terbuka tidak terjadi kegelapan yang berarti meskipun tidak diterangi dengan alat-alat penerang. Di malam itu cahaya bulan purnama cukup terang. Tetapi pada saat-saat tertentu di malam bulan purnama bulan tidak tampak sama sekali selama beberapa waktu karena cahaya matahari terhalang bumi hingga mengakibatkan kegelapan di bulan. Inilah yang disebut gerhana bulan.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Gerhana merupakan kejadian luar biasa yang menyimpang dari keteraturan-keteraturan yang diatur sendiri oleh Allah. Allah yang mengatur, Allah pula yang mengatur kejadian luar biasa yang menyimpang dari keteraturan-keteraturan yang ditetapkan-Nya. Ini artinya Allah Maha Berkuasa atas apa pun yang terjadi di alam raya ini. Allah adalah Raja Diraja yang tak satu pun makhluknya mampu melawan kehendak-Nya.

Peristiwa gerhana hendaklah menjadi pengetahuan sekaligus keyakinan bahwa bulan purnama dapat memancarkan cahaya indah dan terang namun lembut, itu terjadi karena Allah menghendaki demikian. Namun, jika Allah menghendaki lain, maka kejadiannya juga akan lain. Memang segala sesuatu terjadi atas izin Allah. Jika Allah tidak mengijinkan maka sesuatu tidak akan terjadi. Hanya Allah yang bisa memberikan manfaat dan madharat.

Hal seperti itu tidak hanya terjadi pada bulan maupun matahari, tetapi juga dapat terjadi pada banyak hal lainnya. Sebagai contoh misalnya air. Dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan air untuk hidup. Dengan kata lain, air adalah sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Kemanfaatan ini terjadi karena Allah mengijinkannya. Ketika Allah tidak mengijinkan, maka air akan menjadi madharat yang justru dapat mengancam bahkan merenggut jiwa manusia, yakni seperti pada saat banjir besar sebagaimana Tsunami di Aceh pada tahun 2004 yang menewaskan ratusan ribu manusia.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW di atas, bahwa ketika terjadi gerhana, kita dianjurkan melakukan shalat gerhana, maka tokoh-tokoh masyarakat, seperti kiai, ustadz dan para pengurus masjid hendaklah selalu mengikuti informasi mengenai gerhana, baik gerhana bulan maupun matahari. Ketika terjadi gerhana yang sebelumnya dapat diprediksi kapan akan terjadi, maka para tokoh bersama pengurus masjid perlu mengajak masyarakat untuk melakukan shalat gerhana. Kegiatan shalat ini akan mengalihkan masyarakat dari melakukan sesuatu yang besifat takhayul untuk kemudian melakukan ibadah sebagaimana Rasulullah SAW memberikan tuntunan dan keteladanan.

Oleh karena itu, jangan sampai selama hidup kita, sebagai orang Islam kita tidak pernah melakukan shalat gerhana. Jangan sampai ada masjid tidak pernah menyelenggarakan jamaah shalat gerhana. Menyelenggarakan shalat gerhana tidak sulit. Memang ada perbedaan sedikit terutama mengenai jumlah rukuk dan berdiri serta bacaan surah Al-Faihah beserta surah lainnya, yakni masing-masing dua kali dalam setiap rakaatnya. Laki-laki dan perempuan dianjurkan untuk berjamaah melaksanakan shalat gerhana meski shalat sendirian juga dimungkinkan.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits lain yang diriwayatkan Bukhari:

اِنَّ الشَّمْسَ وَاْلقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذٰلِكَ ؛ فَا ذْكُرُوْا اللهَ ، وَ كَبِّرُوْا، وَصَلُّوْا ، وَ تَصَدَّقُوْا.

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena terkait kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka berdzikirlah, bertakbirlah, lakukanlah shalat dan bersedekahlah.” (Shahih Bukhari, 1044).

Jadi selain shalat gerhana, kita juga dianjurkan untuk banyak berdzikir, membaca takbir dan membagikan sedekah. Dzikir dan takbir bisa dilakukan secara khusus, atau setidaknya sudah bisa termasuk di dalam shalat karena shalat juga merupakan dzikir yang di dalamnya banyak diucapkan asma Allah dan takbir. Setelah shalat dan khutbah kita laksanakan, kita bisa saling bersedekah di antara para jamaah, misalnya dengan saling berbagi makanan yang kita bawa dari rumah masing-masing.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Diharapkan agar para tokoh beserta pengurus masjid dapat senantiasa mengajak warga masyarakat untuk melakukan shalat gerhana, baik gerhana bulan maupun matahari. Demikian juga para warga hendaknya merasa tertarik dan senang untuk melakukan ibadah yang tidak banyak kita temukan kesempatannya. Untuk itu, diperlukan kepedulian terhadap apa yang terjadi pada kedua benda angkasa tersebut. Ini berarti pula bahwa kita sebagai orang Islam harus memperhatikan kejadian-kejadian alam sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan iman dan kedekatan kita kepada Allah SWT.

‏جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Khutbah Menyambut Gerhana Bulan
Khutbah I

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا اْلإِخْوَان، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعاَلَى فِي اْلقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ: وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ، لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah telah mengeluarkan pengumuman prediksi bahwa pada Rabu, 31 Januari 2018, akan terjadi gerhana bulan total. Besar kemungkinannya gerhana ini akan dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia. Hal yang menarik dari peristiwa ini adalah bahwa pada saat gerhana terjadi posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi, yakni sekitar 360.000 kilometer. Hal ini akan membuat bulan tampak lebih besar dan lebih terang di langit malam. Para pakar astronomi menyebutnya sebagai supermoon.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Di negeri Cina, dahulu orang percaya bahwa gerhana terjadi karena seekor naga langit membanjiri sungai dengan darah lalu menelannya. Itu sebabnya orang Cina menyebut gerhana sebagai “chih” yang artinya “memakan”. Di Jepang, dahulu orang percaya bahwa gerhana terjadi karena ada racun yang disebarkan ke bumi. Untuk menghindari air di bumi terkontaminasi oleh racun tersebut, maka orang-orang menutupi sumur-sumur mereka.

Di Indonesia, khususnya Jawa, dahulu orang-orang menganggap bahwa gerhana bulan terjadi karena Batara Kala alias raksasa jahat, memakan bulan. Mereka kemudian beramai-ramai memukul kentongan pada saat gerhana untuk menakut-nakuti dan mengusir Batara Kala. Bagi orang-orang Quraisy di Arab, gerhana bulan dikaitkan dengan kejadian-kejadian tertentu, seperti adanya kematian atau kelahiran seseorang. Kepercayaan ini dipegang secara turun temurun sehingga menjadi keyakinan umum masyarakat di zaman itu.

Di zaman Rasulullah SAW pun, ketika terjadi gerhana matahari yang bersamaan dengan meninggalnya putra Rasul SAW yang bernama Ibrahim, sebagian orang masih menganggap terjadinya gerhana itu karena kematian putra beliau.

Semua kepercayaan itu tak lain adalah mitos atau takhayul yang karena pengetahuan masyarakat tentang alam, khusunya bumi, matahari dan rembulan belum cukup memadai. Sebagian dari mereka bahkan masih memgang kepercayaan yang disebut animisme dan dinamisme. Lalu bagaimanakah Islam memandang fenomena gerhana ini?

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kepercayaan-kepercayaan seperti itu diluruskan oleh Rasulullah SAW. Dalam Islam, gerhana bulan atau matahari adalah bentuk keagungan Allah sebagai Maha Pencipta sebagaimana sabda Rasullah SAW dalam sebuah hadits diriwayatkan Bukhari:

اِنَّ الشَّمْسَ وَاْلقَمَرَ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka lakukanlah shalat gerhana.” (Shahih Bukhari, 1042).

Dalam hadits tersebut ditegaskan bahwa tidak ada kaitan antara gerhana dengan meninggal atau lahirnya seseorang, baik seseorang itu dari kalangan orang-orang biasa maupun orang-orang terhormat. Tetapi sesungguhnya gerhana adalah tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah sebagai pencipta langit dan bumi serta seluruh alam berserta seluruh isinya. Gerhana tidak hanya merupakan tanda-tanda keberadaan Allah, tetapi juga sekaligus tanda-tanda kekuasaan-Nya. Adanya keteraturan alam raya ini berarti adanya yang mengatur keteraturan itu. Yang Maha Mengatur itulah Tuhan, Allah SWT.

Sungguhpun demikian, meski alam ini memiliki keteraturan, seperti setiap bulan purnama rembulan dapat dilihat secara utuh dengan sinarnya yang indah dan terang benderang dari saat tenggelamnya matahari hingga terbit kembali, selama malam itu di alam terbuka tidak terjadi kegelapan yang berarti meskipun tidak diterangi dengan alat-alat penerang. Di malam itu cahaya bulan purnama cukup terang. Tetapi pada saat-saat tertentu di malam bulan purnama bulan tidak tampak sama sekali selama beberapa waktu karena cahaya matahari terhalang bumi hingga mengakibatkan kegelapan di bulan. Inilah yang disebut gerhana bulan.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Gerhana merupakan kejadian luar biasa yang menyimpang dari keteraturan-keteraturan yang diatur sendiri oleh Allah. Allah yang mengatur, Allah pula yang mengatur kejadian luar biasa yang menyimpang dari keteraturan-keteraturan yang ditetapkan-Nya. Ini artinya Allah Maha Berkuasa atas apa pun yang terjadi di alam raya ini. Allah adalah Raja Diraja yang tak satu pun makhluknya mampu melawan kehendak-Nya.

Peristiwa gerhana hendaklah menjadi pengetahuan sekaligus keyakinan bahwa bulan purnama dapat memancarkan cahaya indah dan terang namun lembut, itu terjadi karena Allah menghendaki demikian. Namun, jika Allah menghendaki lain, maka kejadiannya juga akan lain. Memang segala sesuatu terjadi atas izin Allah. Jika Allah tidak mengijinkan maka sesuatu tidak akan terjadi. Hanya Allah yang bisa memberikan manfaat dan madharat.

Hal seperti itu tidak hanya terjadi pada bulan maupun matahari, tetapi juga dapat terjadi pada banyak hal lainnya. Sebagai contoh misalnya air. Dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan air untuk hidup. Dengan kata lain, air adalah sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Kemanfaatan ini terjadi karena Allah mengijinkannya. Ketika Allah tidak mengijinkan, maka air akan menjadi madharat yang justru dapat mengancam bahkan merenggut jiwa manusia, yakni seperti pada saat banjir besar sebagaimana Tsunami di Aceh pada tahun 2004 yang menewaskan ratusan ribu manusia.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW di atas, bahwa ketika terjadi gerhana, kita dianjurkan melakukan shalat gerhana, maka tokoh-tokoh masyarakat, seperti kiai, ustadz dan para pengurus masjid hendaklah selalu mengikuti informasi mengenai gerhana, baik gerhana bulan maupun matahari. Ketika terjadi gerhana yang sebelumnya dapat diprediksi kapan akan terjadi, maka para tokoh bersama pengurus masjid perlu mengajak masyarakat untuk melakukan shalat gerhana. Kegiatan shalat ini akan mengalihkan masyarakat dari melakukan sesuatu yang besifat takhayul untuk kemudian melakukan ibadah sebagaimana Rasulullah SAW memberikan tuntunan dan keteladanan.

Oleh karena itu, jangan sampai selama hidup kita, sebagai orang Islam kita tidak pernah melakukan shalat gerhana. Jangan sampai ada masjid tidak pernah menyelenggarakan jamaah shalat gerhana. Menyelenggarakan shalat gerhana tidak sulit. Memang ada perbedaan sedikit terutama mengenai jumlah rukuk dan berdiri serta bacaan surah Al-Faihah beserta surah lainnya, yakni masing-masing dua kali dalam setiap rakaatnya. Laki-laki dan perempuan dianjurkan untuk berjamaah melaksanakan shalat gerhana meski shalat sendirian juga dimungkinkan.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits lain yang diriwayatkan Bukhari:

اِنَّ الشَّمْسَ وَاْلقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذٰلِكَ ؛ فَا ذْكُرُوْا اللهَ ، وَ كَبِّرُوْا، وَصَلُّوْا ، وَ تَصَدَّقُوْا.

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena terkait kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka berdzikirlah, bertakbirlah, lakukanlah shalat dan bersedekahlah.” (Shahih Bukhari, 1044).

Jadi selain shalat gerhana, kita juga dianjurkan untuk banyak berdzikir, membaca takbir dan membagikan sedekah. Dzikir dan takbir bisa dilakukan secara khusus, atau setidaknya sudah bisa termasuk di dalam shalat karena shalat juga merupakan dzikir yang di dalamnya banyak diucapkan asma Allah dan takbir. Setelah shalat dan khutbah kita laksanakan, kita bisa saling bersedekah di antara para jamaah, misalnya dengan saling berbagi makanan yang kita bawa dari rumah masing-masing.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Diharapkan agar para tokoh beserta pengurus masjid dapat senantiasa mengajak warga masyarakat untuk melakukan shalat gerhana, baik gerhana bulan maupun matahari. Demikian juga para warga hendaknya merasa tertarik dan senang untuk melakukan ibadah yang tidak banyak kita temukan kesempatannya. Untuk itu, diperlukan kepedulian terhadap apa yang terjadi pada kedua benda angkasa tersebut. Ini berarti pula bahwa kita sebagai orang Islam harus memperhatikan kejadian-kejadian alam sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan iman dan kedekatan kita kepada Allah SWT.

‏جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Kiai Pertama Peraih Penghargaan Yap Thiam Hien: Gus Mus

Ponpes.net – KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus menerima penghargaan Yap Thiam Hien tahun 2017. Kiai pengasuh pondok pesantren Raudlatut Tholibin, Rembang, ini dinilai memiliki perhatian yang besar terhadap perjuangan dan tegaknya nilai-nilai hak asasi manusia.

Yap Thiam Hien yang merupakan Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia ini menganugerahkan penghargaan ini dalam acara yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional Jakarta Pusat (24/1) malam.

Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang disaksikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Ketua Yayasan Yap Thiam Hien Todung Mulya Lubis, Komisioner Komisi Yudisal Sukma Violetta. Menanggapi pemberian penghargaan ini, Gus Mus menilai berlebihan dan tidak mengetahui dasar dirinya mendapatkan Yap Thiam Hien Award ini.

“Ini sebenarnya tidak pantas, alasan apa memilih saya. Sebenarnya HAM itu tidak tahu,” kata Gus Mus saat pidato pemberian penghargaan.

Dia mengaku hanya memperoleh pendidikan formal sampai kelas satu Tsanawiyyah (setingkat satu SMP) dan lebih banyak mendapat pendidikan dari pondok pesantren. “Guru-guru saya adalah orang-orang sederhana yang mengajarkan bahwa Indonesia rumahmu, itu saja, dan saya akan menjaga rumahku. Sedangkan hak asasi itu tahu setelah saya ketemu dengan orang milinea-milinea,” katanya yang langsung disambut tawa para hadirin.

Gus Mus mengatakan di pesantren itu diajari untuk lebih mengutamakan kewajiban. Sehingga, dalam memaknai hak sehingga kewajiban dirinya untuk menghargai hak orang lain dan hak asasi manusia.

Yap Thiam Hien award merupakan penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang berjasa besar dalam upaya penegakan HAM di Indonesia. Nama penghargaan ini diambil dari nama pengacara dan pejuang HAM, Yap Thiam Hien.

Proses penentuan peraih Yap Thiam Hien Award 2017 diawali dengan mengumpulkan kandidat yang dihimpun dari jaringan/komunitas dan masyarakat luas sejak Mei 2017.

Ada 5 orang dewan juri Yap Thiam Hien Award pada tahun ini. Mereka adalah Makarim Wibisono (diplomat senior), Siti Musdah Mulia (Ketua Umum ICRP), Yoseph Stanley Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Zumrotin K Susilo (aktivis perempuan dan anak), serta Todung Mulya Lubis.

Dalam acara penganugerahan tersebut hadir Menkumham Yasonna Laoly, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief, Komisioner Komnas HAM Beka Hapsara dan Wakil Ketua Komisi Yudisial Sukma Violetta.

Selamat, Gus Mus!

Gagal mengambil konten.