Ala Santri

Kamus Istilah di Pondok Pesantren

Ponpes.net – Beda tempat atau lingkungan, beda bahasa. Itulah mungkin kalimat yang pas untuk membukaa judul artikel ini. Istilah di sekolah, perkantoran, rumah sakit, kantor pemerintahan hingga pondok pesantren pastilah berbeda meskipun maksudnya sama.

Banyak sekali istilah di pondok pesantren yang masih terasa asing di telinga sebagian orang. Sorogan, bandungan, mengaji pasaran dan murajaah adalah beberapa kata yang mungkin saja anda belum mendengar atau sudah mendengar, tapi belum tahu apa artinya. Untuk mengetahui makna dan maksud dari kata/istilah tersebut, kami akan tuliskan dibawah ini.

IstilahArti
AdabTata krama
AkhirussanahPerayaan akhir tahun ajaran dengan lomba ataupun seremonial
AsatidzPara ustad
BandunganMenyimak ustad yang membaca dan menerangkan kitab
GanjaranPahala
ImtihanLatihan atau ujian
KiaiPimpinan di Pondok Pesantren
Kitab KuningBuku belajar santri, bertuliskan huruf arab tanpa harakat dan kertasnya biasanya berwarna kuning
MurajaahMengulang kembali pelajaran sebelumnya
NadzamRitme syair dalam kitab
PasaranMengaji atau belajar kitab di bulan puasa
SantriSiswa di Pondok Pesantren
SoroganMembaca kitab secara individual dan menirukan apa yang telah diajarkan ustadnya
SowanBertamu ke Kiai
TabarukanMeminta berkah
TadarusMembaca (Al Quran)
TahfidzMenghafal (Al Quran)
TahsinBelajar memperbagus bacaan Al Quran
TakdzimHormat
TakzirHukuman
UstadPengajar di Pondok Pesantren

Selamat mengenal dunia pondok pesantren ya. Kalau ada yang keliru atau ingin menambahkan, silakan tulis di komentar 😉

Tentang penulis

Redaksi

Pengatur lalu lintas konten yang berlalu-lalang di website ini, termasuk menyunting berbagai artikel yang masuk via email. Ingin mengirim artikel tentang dunia pesantren? Bisa melalui ponpesnet[at]gmail[dot]com

Komentar

Tulis komentar kamu di sini

eight + 8 =

Quote

Jadilah seperti matahari bagi memberi dan mengasihi
Jadilah seperti malam untuk menutupi kesalahan orang lain
Jadilah seperti alir air untuk kemurahan hati
Jadilah seperti maut untuk kesumat dan amarah
Jadilah seperti bumi untuk kerendahan hati
Muncullah sebagaimana kamu
Jadilah sebagaimana kamu muncul

– Maulana Jalaluddin Rumi –