Rasanya bukan perbedaan & toleransi yang membuat kita khianat & berpaling dari agama murni.
Bisa jadi, berkonspirasi untuk menggadaikan amanah rakyat itulah yg membuat para politisi busuk layak dilabeli penghianat bangsa.
*****
Rasanya bukan bershalawat & maulidan yang membuat kita munafik.
Bisa jadi, provokasi menggeser Pancasila dengan khilafah atau imamah-lah yang membuat pemuda kita kehilangan respek terhadap asas-asas negara yang disepakati.
*****
Rasanya bukan manaqib & al-barzanji yang membuat kita fasik.
Bisa jadi, arogansi dan sikap main hakim sendiri itulah yang membuat laskar-laskar berjubah bertindak fasik terhadap tertib hukum yang mustinya kita patuhi.
*****
Rasanya bukan tahlilan & sadranan yang membuat kita kufur.
Bisa jadi, pengingkaran terhadap jasa-jasa para leluhur & pahlawan-lah yang menjadikan generasi ini kufur nikmat & pintar memaki tradisi berbangsa negeri.
*****
Rasanya bukan berziarah & makam suci yang membuat kita syirik.
Bisa jadi, mencederai konstitusi yang telah disepakati para pendahulu itulah yang membuat kita syirik ideologi & piawai mengutuk kepincangan pemerintahan ini.
*****
Kenapa kita tidak bertauhid konstitusi, satu asas bernegara yang telah disepakati?
Kenapa kita tidak bertauhid konstitusi, satu impian tentang negara bagus yang terampuni?
Kenapa kita tidak bertauhid konstitusi, satu persemakmuran untuk mengelola karunia Gusti yang terhampar di bumi Indonesia ini?
Kenapa kita tidak bertauhid konstitusi, satu bakti untuk negeri yang memberi tempat padaku, padamu, pada leluhur dan pada anak cucu kita kelak?
Kenapa kita tidak juga bertauhid konstitusi, menyatukan hasrat kebangsaan untuk negeriku Indonesia.
Untuk negeri, rasanya tidak pantas Syirik Konstitusi.
Yuk komen