Berita

Sinta Nuriyah Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh Versi Majalah Time

Ponpes.net – Istri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah, masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Time. Sinta dianggap sebagai bagian dari suara perempuan Muslim feminis yang peduli pada kelompok minoritas.

Dalam situs Time, Mona Eltahawy menulis Sinta Nuriyah mengibaratkan keanekaragaman agama di Indonesia seperti sebuah taman bunga. “Ada mawar, melati, anggrek, dan asoka. Semua bunga itu indah. Tidak ada yang bisa memaksa mawar menjadi melati atau anggrek menjadi asoka,” tulis Mona Eltahawy.

Majalah Time merilis daftar tahunan 100 orang paling berpengaruh di dunia, pada Kamis (19/4). Dalam daftar tersebut Sinta masuk dalam kategori “Ikon” berdampingan dengan penyanyi Rihanna dan penggagas gerakan #metoo Tarana Burke.

Selain itu, ada juga para pemimpin dunia yakni Presiden AS Donald Trump, Pangeran Harry, Pangeran Mohammed bin Salman, dan wali kota London Sadiq Khan, Presiden China Xi Jinping, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa, dan PM Selandia Baru Jacinda Ardern.

Berikut kiprah Nyai berusia 70 tahun pada 8 Maret lalu itu.

1. Sinta Nuriyah mewakili Islam Nusantara yang beragam

Alasan memilih Sinta Nuriyah sebagai salah satu orang berpengaruh di dunia adalah karena latar belakangnya dan apa yang ia perjuangkan. Di tengah meningkatnya tekanan untuk menyeimbangkan demokrasi dan Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia, ia dinilai mampu menjadi penengah yang baik.

“Ada mawar, melati, anggrek dan Sita-Ashok. Semua bunga itu cantik. Tak ada yang bisa memaksa mawar menjadi melati atau anggrek menjadi Sita-Ashok,” ucapnya, menggambarkan keberagaman agama di Indonesia yang semestinya membuat bangsa ini seperti sebuah taman yang indah.

2. Ia peduli kepada kelompok yang rentan diskriminasi

Latar belakang pendidikan Sinta Nuriyah tak sembarangan. Ia belajar tentang hukum syariah dan feminisme. Itu membuatnya memahami bagaimana kawasan yang terpolitisisasi secara khusus kejam terhadap perempuan dan minoritas.

Selain menjadi tempat berkonsultasi bagi banyak perempuan transgender yang tersisihkan, Sinta Nuriyah juga mendukung Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama ketika ia terjerat pasal penodaan agama. Ini membuktikan Sinta tidak ingin hidup dalam kenyamanan yang umumnya diperoleh seorang mantan Ibu Negara.

3. Ia pernah disebut sebagai salah satu Perempuan Paling Berpengaruh versi New York Times

Pada 2017 lalu, New York Times merilis daftar 11 Perempuan Paling Berpengaruh di dunia. Salah satu di antaranya adalah Sinta Nuriyah. Menurut New York Times, perempuan berusia 70 tahun tersebut konsisten memperjuangkan Islam yang toleran.

“Semua orang berhak untuk menyembah Tuhan, tak hanya segelintir orang. Itu adalah ajaran Islam,” kata Sinta Nuriyah ketika menanggapi sekelompok transgender yang berniat membuka kembali pesantren setelah ditutup oleh salah satu organisasi Islam garis keras.

Sinta Nuriyah juga berani bersikap kontras dengan pandangan umum Islam terkait poligami. Sebagai seorang feminis, ia menegaskan menolak praktik poligami. Dalam salah satu wawancara, ia berkata,”Siapa yang bisa adil pada banyak istri? Tidak ada!”

Warganet Indonesia sendiri ikut senang dengan pengakuan terhadap Sinta Nuriyah. Salah satunya adalah kelompok musik Sisters In Danger yang menyuarakan isu-isu sosial terkait perempuan dan anak-anak di Indonesia. Mereka menulis,”Ini luar biasa di saat perempuan dan minoritas di Indonesia menghadapi waktu yang kejam.”

Tentang penulis

Redaksi

Pengatur lalu lintas konten yang berlalu-lalang di website ini, termasuk menyunting berbagai artikel yang masuk via email. Ingin mengirim artikel tentang dunia pesantren? Bisa melalui ponpesnet[at]gmail[dot]com

Yuk komen

Tulis komentar kamu di sini

15 + 10 =

Quote

Jadilah seperti matahari bagi memberi dan mengasihi
Jadilah seperti malam untuk menutupi kesalahan orang lain
Jadilah seperti alir air untuk kemurahan hati
Jadilah seperti maut untuk kesumat dan amarah
Jadilah seperti bumi untuk kerendahan hati
Muncullah sebagaimana kamu
Jadilah sebagaimana kamu muncul

– Maulana Jalaluddin Rumi –