Khutbah

Khutbah Idul Adha #1

Berikut contoh teks khutbah Idul Adha 1438 H/2017 M:

Khutbah Pertama:

الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر الله أكبر الله أكبراللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كثيرا وسبحان الله بُكْرَةً وَأصِيْلاً

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْاللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ للهِ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ. اَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ اَلَّذِىْ هَداَنَا وَأَنْعَمَنَا بِالإِسْلاَمِ وَأَمَرَنَا بِالْجِهَادِ وَنَوَّرَ قُلُوْْبَنَا بِالْكِتَابِ الْمُنِيْرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلَّذِىْ بَلَغَ الرِّسَالَةِ وَأَدَّى اْلأَمَانَةِ وَنَصَحَ اْلأُمَّةِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ هَذاَ النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الله وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَءَامِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.

Alhamdulliah,, menjadi salah satu hal yang sangat penting kita syukuri, bahwasanya sampai detik ini kita masih di mendapat kepercayaan dari yang maha kuasa allah swt untuk tetap bisa menginjakan kaki di atas buminya, bahkan hal yang paling besar adalah masih di berikannya kesempatan kita bertemu dengan hari yang agung ini, semoga dengan dengan ini, bisa menjadi suatu dorongan syukur serta memperkuatnya ketakwaan terhadap allah swt.

Idul adha merupakan salah satu hari raya yang di dalam nya menyimpan sebuah peristiwa besar di dalam agama islam yang mana hal tersebut bukan hanya meninggalkan sebuah keteguhan keimanan seorang nabinya allah tetapi juga menjadi bukti pengorbanannya yang di dasari dengan penuh keikhlasan dan kesabara. Dan hal ini harus menjadi tauladan bagi kita bahwaanya ketika allah memerintahkan untuk mengorbankan suatu hal maka korbankan lah yang terbaik..

Hadirin Rahimakumullah

Menyembelih hewan qurban merupakan salah satu ibadah yang berawal sejak nabiyulloh ibrahim alaihi salam mendapatkan perintah untuk mengorbankan anaknya nabi ismail putra kesayangannya dengan cara di sembelih, dengan keimanannya beliaupun melaksanakannya, tetapi saat akan di laksanakan datanglah seorang malaikat allah membawa seekor kambing dari surga, nabi ismail pun di gantikannya.

Dari situlah di perintahkan umat islam untuk menyembelih hewan qurban serta menjadi syariat yang harus di lakukan setiap orang yang telah mampu melaksanakannya, Sebab di dalamnya memiliki berbagai keistimewaan yang luar biasa selain bukti ketaatannya kepada allah tetapi qurban ini juga mampu menumbuhkan rasa solidaritas yang tinggi.

Hadirin Rahimakumullah

Dalam garis besarnya, sesungguhnya ibadah qurban ini menyimpan tiga hikmah sangat penting yang harus di ketahui, agar nanti bisa menjadi suatu motivasi yang baik untuk kita melaksanakannya, dari ketiga tersebut yaitu:

Pertama,

Ibadah qurban bisa menjadi satu sarana pendidikan bagi seluruh umat islam, agar mereka tidak lupa akan shadaqah atau memberikan suatu hal yang dia miliki di jalan allah baik mulai dari harta, tenaga dan ilmu pengetahuan, sebab jika seandainya manusia sudah lupa atau sudah tidak mau melakukan hal tersebut maka bisa di pastikan hidupnya sangatlah rugi karena waktu hidupnya hanyalah di habiskan hanya untuk hal-hal yang tidak artinya, karena sebaik-baiknya waktu adalah yang di pakai untuk ibadah dan mendekatkan diri kepada allah.

Bahkan qurban ini bisa menjadi suatu pengingat kita sebagai manusia lemah yang tiada daya upaya segala sesuatu milik allah termasuk diri ini, lalu apa harus kita merasa memiliki sehingga tumbuh rasa sayang untuk mengeluarkan harta miliknya allah, maka dari itu mari lah jika sudah mampu jangan merasa sayang untuk melaksanakan ibadah qurban karena itu perintah allah dan untuk kita.

Hadirin Rahimakumullah

Kedua,

Ibadah qurban ini menjadi suatu penegasan kepada seluruh umat islam bahwa sesungguhnya peritah allah harus benar-benar di laksanakan, tidak boleh di anggap enteng, serta jangan di sia-siakan, coba bayangkan nabi ibrahim rela mengorbankan anak satu-satunya yang dia sayang untuk di sembelih hanya untuk melaksanakan perintah dari sang maha pencipta, kenapa kita sebagai umat islam yang mengaku masih taat terhadap allah merasa sayang cuma hanya mengeluarkan 1 ekor hewan saja, itu pun setahun sekali dan nantinya pun untuk kebahagiaan dia di akhirat, bayangkan bagai mana jadinya jika di perintah anak yang di sembelih.

Ketiga,

Qurban ini akan menjadi suatu hal yang mampu mendorong kita untuk senantiasa melihat orang-orang yang ada di sekitar terutama mereka yang tidak mampu, dalam arti tidak cukup dalam ekonomi atau harta, dengan adanya qurban mereka pun akan senantiasa merasakan kebahagiaan karena akan merasakan sesuatu hal yang jarang di rasakan.

Perlu di ketahui bahwa ketakwaan itu tidak di ukur oleh kekayaannya, pangkatnya, atau statusnya, sebab tidak menutup kemungkinan orang yang di anggap hina karena kehidupnnya serba kekurangan malah kataqwaannya melebihi siapapun di sekitarnya, tidak menutup kemungkinan dia yang di muliakan oleh allah swt, maka dari itulah jika di antara kita ada yang telah mampu mari laksanakan qurban yang hanya setahun sekali ini karena tidak menutup kemungkinan qurban yang inilah yang di makan orang-orang kecil dagingnya yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.

Nah, itulah sedikit tentang khutbah idul adha yang bisa di jadikan sebagai referensi nanti saat tiba waktunya, silahkan untuk di tambahkan atau di rubah agar lebih menari, lucu simpel dan sebagainya, ini hanyalah sebagai contoh barang ada yang merasa kebingungan mencari pembahasannya.

Khutbah kedua:

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِين وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتَكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Tentang penulis

Redaksi

Pengatur lalu lintas konten yang berlalu-lalang di website ini, termasuk menyunting berbagai artikel yang masuk via email. Ingin mengirim artikel tentang dunia pesantren? Bisa melalui ponpesnet[at]gmail[dot]com

Yuk komen

Tulis komentar kamu di sini

2 × four =

Quote

Jadilah seperti matahari bagi memberi dan mengasihi
Jadilah seperti malam untuk menutupi kesalahan orang lain
Jadilah seperti alir air untuk kemurahan hati
Jadilah seperti maut untuk kesumat dan amarah
Jadilah seperti bumi untuk kerendahan hati
Muncullah sebagaimana kamu
Jadilah sebagaimana kamu muncul

– Maulana Jalaluddin Rumi –