
Ponpes.net – Dalam banyak peristiwa penting di tanah air, baik sebelum atau sesudah merdeka, Pondok Pesantren hampir selalu ikut ambil bagian. Banyak Kiai dan santri yang terlibat dalam usaha memerdekakan bangsa Indonesia. Peran mereka tidak bisa kita nafikan,salah satunya dalam perumusan dasar negara Pancasila.
Dengan peranan sepenting itu, santri tidak perlu malu menunjukkan identitas kesantriannya. Demikian pesan yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kediri, KH Melvien Zainul Asyiqin. Beliau menyampaikannya dalam acara Halal Bihlalal dan Haul Masyayikh Lirboyo di Yayasan Umdaturasikhien, Cakung, Jakarta Timur, Ahad (9/8).
“Jangan malu menjadi santri. Yang menggagas dasar-dasar Indonesia salah satunya adalah (perwakilan) santri,” pesan Gus Iing, sapaannya, di hadapan ratusan santri dan alumni Al-Mahrusiyah se-Jabodetabek yang hadir dalam acara itu.
Kepada para hadirin, Gus Iing juga menekankan pentingnya melanjutkan peran yang telah diambil santri zaman dahulu. Peran penting itu, lanjut Gus Iing, harus dipertahankan dan dikembangkan santri masa sekarang.
Peran penting itu, lanjut Gus Iing, bisa ditanggung santri masa sekarang dengan syarat mengusai pengetahuan kemasyarakatan yang memadai. Santri, seperti terlihat pada sosok KH Hasyim Asyari dan santri sezamannya, tidak hanya paham masalah akhirat tapi juga dunia, yaitu urusan kebangsaan dan kenegaraan.
“Santri zaman dulu paham masalah dunia dan akhirat sekaligus,” tegas Gus Iing.
Halal Bihalal dan Haul Masyayikh Lirboyo digelar oleh Ikatan Silaturahim Keluarga Al-Mahrusiyah (Istikmal) Jabodetabek. Selain ceramah agama, acara juga diisi istighotsah kubro yang melibatkan warga dari sejumlah majelis taklim di Jakarta.
Jadi, harus bangga jadi santri ya. Ayo Mondok!
Yuk komen