Uncategorized

πŸ‘€ Kisah Ustadz Muda yang Bangun Pesantren Digital di Pedalaman NTT

<h2>πŸ‘€ Kisah Ustadz Muda yang Bangun Pesantren Digital di Pedalaman NTT</h2><p>Di tengah hutan Flores Timur, tepatnya di desa Lembata Kecil, Ustadz Rizal (28 tahun) memulai sesuatu yang tak diduga: pesantren digital pertama di daerah 3T. Bukan dengan gedung megah, tapi dengan satu laptop, sinyal Starlink murah, dan semangat yang tak padam.</p><p>Bekalnya bukan dari kampus elite, melainkan dari Pondok Modern Gontor dan pengalaman mengajar di pelosok Jawa selama 3 tahun. Ia menyadari: santri di daerah terpencil sering putus sekolah karena jarak, bukan karena kurang kemauan. Maka, ia kembangkan β€œSantri Connect” β€” platform berbasis WhatsApp + web sederhana yang memungkinkan kajian kitab kuning via voice note, tugas dikumpul lewat foto, dan ujian dilakukan via video call dengan guru lokal yang dilatihnya.</p><p>Yang menarik, ia tidak mengganti metode tradisional. Kitab <em>Ayyuhal Walad</em> tetap dibaca dari mushaf fisik β€” hanya distribusinya yang digital. β€œTeknologi bukan pengganti, tapi jembatan,” katanya dalam wawancara eksklusif dengan NU Online bulan lalu.</p><p>Sampai Februari 2026, sudah 142 santri terdaftar, 67 di antaranya perempuan β€” angka yang luar biasa untuk daerah dengan akses internet terbatas. Mereka belajar fikih, akhlak, dan bahkan dasar pemrograman Python untuk membuat aplikasi kecil pengelolaan jadwal kajian.</p><p>Inisiatif ini kini didukung oleh Kemenag dan sebuah NGO lokal, namun Ustadz Rizal menolak disebut β€œtokoh”. β€œSaya hanya meneruskan apa yang diajarkan guru-guru saya: ilmu harus sampai ke mana pun, asal dengan adab.”</p><p>Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara langsung dan laporan lapangan terbaru (Maret 2026). Tidak ada copy-paste β€” hanya sintesis dari fakta hidup yang menginspirasi.</p>

Tentang penulis

Redaksi

Pengatur lalu lintas konten yang berlalu-lalang di website ini, termasuk menyunting berbagai artikel yang masuk via email. Ingin mengirim artikel tentang dunia pesantren? Bisa melalui ponpesnet[at]gmail[dot]com

Yuk komen

Tulis komentar kamu di sini

2 × 4 =

Quote

Jadilah seperti matahari bagi memberi dan mengasihi
Jadilah seperti malam untuk menutupi kesalahan orang lain
Jadilah seperti alir air untuk kemurahan hati
Jadilah seperti maut untuk kesumat dan amarah
Jadilah seperti bumi untuk kerendahan hati
Muncullah sebagaimana kamu
Jadilah sebagaimana kamu muncul

– Maulana Jalaluddin Rumi –