Pengganti Pelaku dalam Kalimat Pasif
Naibul Fa'il
Naib fa'il adalah isim marfu' yang menggantikan kedudukan fa'il ketika pelaku pekerjaan tidak disebutkan — baik karena tidak diketahui, dianggap tidak penting, atau sengaja dirahasiakan. Fi'ilnya diubah dari bentuk aktif (ma'lum) menjadi pasif (majhul). Cara membentuk fi'il majhul: - Fi'il madhi — huruf pertama diberi dhammah, huruf sebelum akhir diberi kasrah. Contoh: ضَرَبَ menjadi ضُرِبَ. - Fi'il mudhari' — huruf mudhara'ah (huruf awal أنيت) diberi dhammah, huruf sebelum akhir diberi fathah. Contoh: يَضْرِبُ menjadi يُضْرَبُ. Yang paling sering naik menjadi naib fa'il adalah maf'ul bih (objek). Jika fi'ilnya tidak punya maf'ul bih, barulah zharaf (keterangan waktu/tempat) atau jar-majrur yang menggantikan posisi tersebut.
Contoh
ضُرِبَ زَيْدٌ
"Zaid telah dipukul (oleh seseorang)"
ضُرِبَ bentuk pasif dari ضَرَبَ; زَيْدٌ naik jadi naib fa'il, aslinya maf'ul bih.
يُشْرَبُ الْمَاءُ
"Air itu diminum"
يُشْرَبُ pasif dari يَشْرَبُ; الْمَاءُ naib fa'il, marfu'.