Kembali ke jalur belajar
NAHWU -- BAB 12 Matan Al-Jurumiyah

Kata Sifat dan Aturan Kecocokannya

An-Na'at

Na'at (kata sifat) adalah isim tabi' — mengikuti isim sebelumnya (disebut man'ut) untuk menjelaskan sifatnya. Yang membuat na'at berbeda dari kata sifat dalam bahasa Indonesia adalah keharusannya untuk mencocokkan diri dalam empat hal dengan man'ut-nya: - I'rab — rafa', nashab, atau khafadh mengikuti man'ut. - Jenis — mudzakkar (laki-laki) atau muannats (perempuan). - Jumlah — mufrad (tunggal), tatsniyah (dua), atau jamak. - Kema'rifahan — sama-sama ma'rifah (tertentu, mis. ada alif-lam) atau sama-sama nakirah (umum, tanpa alif-lam). Karena empat kecocokan ini wajib, na'at menjadi salah satu cara paling mudah mengenali fungsi sebuah kata dalam kalimat Arab — begitu ada isim yang mengikuti persis empat sifat isim sebelumnya, kemungkinan besar itu na'at.

Contoh

جَاءَ رَجُلٌ كَرِيمٌ

"Seorang laki-laki yang mulia telah datang"

كَرِيمٌ mengikuti رَجُلٌ dalam rafa', mudzakkar, mufrad, dan nakirah — na'at yang cocok sempurna.

رَأَيْتُ الطَّالِبَةَ الْمُجْتَهِدَةَ

"Aku melihat murid perempuan yang rajin itu"

الْمُجْتَهِدَةَ mengikuti الطَّالِبَةَ dalam nashab, muannats, mufrad, dan ma'rifah.