Kembali ke jalur belajar
NAHWU -- BAB 6 Matan Al-Jurumiyah

Fi'il Madhi, Mudhari', dan Amr

Al-Af'al

Fi'il (kata kerja) terbagi menjadi tiga bentuk berdasarkan waktu kejadiannya: - Fi'il Madhi — menunjukkan pekerjaan yang telah terjadi di masa lampau. Selalu mabni (harakat akhirnya tetap, umumnya fathah). - Fi'il Mudhari' — menunjukkan pekerjaan yang sedang atau akan terjadi, dikenali dari salah satu huruf tambahan di awalnya (hamzah, nun, ya', ta' — biasa disingkat أنيت). Fi'il ini mu'rab: berubah harakat akhirnya (rafa' secara asal, bisa berubah menjadi nashab atau jazm bila dimasuki huruf tertentu). - Fi'il Amr — menunjukkan perintah untuk melakukan sesuatu. Sama seperti fi'il madhi, fi'il amr juga mabni. Karena fi'il mudhari' satu-satunya yang mu'rab, ilmu nahwu banyak membahas huruf-huruf yang menashabkan (seperti أَنْ، لَنْ) dan huruf-huruf yang men-jazm-kannya (seperti لَمْ، لَا الناهية).

Contoh

كَتَبَ

"dia (lk) telah menulis"

Fi'il madhi — mabni fathah, menunjukkan waktu lampau.

يَكْتُبُ

"dia (lk) sedang/akan menulis"

Fi'il mudhari' — mu'rab, asalnya rafa' (dhammah).

لَنْ يَكْتُبَ

"dia tidak akan menulis"

يَكْتُبَ berubah menjadi nashab (fathah) karena dimasuki huruf لَنْ.

اُكْتُبْ

"tulislah!"

Fi'il amr — mabni sukun, berupa perintah.