Hikmah

Telaga “Kautsar”-nya Rasulullah

Ponpes.net – Sejatinya Muhammad putra Abdullah saw. adalah adalah orang terkaya dunia dan akhirat. Jika beliau menghendaki gunung Uhud menjadi emas untuk menopang dakwah, maka terjadilah.

Namun, beliau nyatanya lebih memilih prosesi yang bertahap dalam dakwahnya, agar semuanya bisa diteladani oleh segala lapisan umatnya. Hampir seluruh ilmu bermuara kepadanya, baik tauhid, fikih, hadis, quran, science dan sebagainya.

Para ulama dan ilmuan banyak memperoleh manfaat dan keuntungan dari beliau. Dan beliau merupakan objek kajian penelitian yang mutakhir sepanjang masa.

Adapun gambaran Tentang Telaga Kautsarnya Rasulullah saw. adalah sebagai berikut.

عرضها مسيرة شهر

Luasnya bak perjalanan sebulan

بمركب مسرع

Dengan kapal super cepat

وريحها اطيب من المسك

Wanginya melebihi misik

وابيض من اللبن

Lebih putih dari air susu

واحلى من العسل

Lebih manis dari madu

وابرد من الثلج

Lebih sejuk dari salju

واول من ياءتي اليها فقراء المهاجرين

Adapun orang yang pertama datang untuk meminumnya, adalah sahabat-sahabat faqir yang ikut berhijrah ke Madinah

ثم الصالحون

Kemudian orang-orang yag salih

ومن شرب شربة منها لن يظماء ابدا

Dan barang siapa yg minum satu teguk darinya, maka ia tidak akan kehausan selama-lamanya

اللهم اجعلنا من الحوض واردين

Ya Allah, jadikanlah kami golongan orang yang mendatangi telaga kautsar-nya Rasulullah

Semoga kita mendapatkan syafaat dari beliau dan dapat menikmati telaga kautsar Nabi Agung Muhammad saw. Aamiin.

Dikutip dari Kitab Khosoish Ummah Muhammadiyyah, Karya Sayyid Muhammad al Maliky. Diterjemahkan oleh Agus Syukur, Pengajar Pesantren Jagat Arsy.

Tentang penulis

Redaksi

Yuk komen

Tulis komentar kamu di sini

Quote

Jadilah seperti matahari bagi memberi dan mengasihi
Jadilah seperti malam untuk menutupi kesalahan orang lain
Jadilah seperti alir air untuk kemurahan hati
Jadilah seperti maut untuk kesumat dan amarah
Jadilah seperti bumi untuk kerendahan hati
Muncullah sebagaimana kamu
Jadilah sebagaimana kamu muncul

– Maulana Jalaluddin Rumi –

Terpopuler